Jika Bathara Surya berhasil
mengkudeta singgasana dewa minyak kemudian menguasai semesta tanpa ampun, maka
apakah ia tak membutuhkan semen, air, dan pasir untuk menjadi satu kesatuan
bernama pasukan beton yang membuat penyangga dan kekuasaanya kokoh? Dan apakah
ia tak butuh jendral baja untuk mempertangguh pijakan-pijakannya di halaman
sang Pertiwi ini? Juga jangan lupakan kemutlakan sang gempa saat Bathara Surya
sedang leluasa menertawakan ketakberdayaan Pertiwi.
(Sebenarnya, aku cuma ingin menyampaikan
bahwa teknik sipil juga sama urgensinya dengan teknik elektro, teknik geodesi, teknik
pertambangan, atau teknik perminyakan. Harusnya tak ada yang saling meremehkan.
Bukan begitu?)