Sejak 24 tahun aku dilahirkan, baru kali ini lah aku membuat tulisan yang mungkin semacam sajak tanpa rima yang jelas. Entah disebut apakah ini, aku hanya ingin menuliskannya saja. Deru mesin komputerku yang setara dengan umur anak kelas 1 SD serta seri windowsnya yang tak kalah tua dengan durasi presiden SBY berkuasa, telah mengiringiku membuat tulisan yang seketika muncul ini kemudian aku rekam sejenak di notepad Luminten. Inilah Yang aku maksud. Merekam sajak!
.......................................
Jika jalanmu penuh dengan semak belukar yang rimbun
maka akan aku cabut dan bersihkan semua itu dengan tanganku sendiri
Jika jalanmu tertutup dengan bongkah batu yang besar
maka akan aku dorong itu sekuat tenaga dengan tanganku sendiri
Jika jalanmu penuh dengan sekumpulan kera-kera usil yang kelaparan
maka akan aku usir dengan terikanku sendiri
Pun jika sungai besar telah memutuskan jalanmu hingga engkau kehilangan asa
maka akan aku buatkan jembatan untukmu dengan tanganku sendiri
Selalu akan kumudahkan jalanmu
Berjalanlah terus tanpa terlalu banyak menoleh ke belakang
Pondok kebahagiaanmu semakin dekat engkau gapai
Dan aku cukup mengawasimu dari seberang sini saja
Tersenym melihat polahmu
Terharu merasakan kebahagiaanmu
(thanks for this inspiration, i wont get anything if i never met you)