Jumat, 01 November 2013

mocca

Kelak akan sering kunyanyikan lagu mocca yang berjudul "happy", "friend", dan "sunday afternoon" untuk anak-anakku..

hehehe

Kamis, 03 Oktober 2013

Be brave sipilis!



Jika Bathara Surya berhasil mengkudeta singgasana dewa minyak kemudian menguasai semesta tanpa ampun, maka apakah ia tak membutuhkan semen, air, dan pasir untuk menjadi satu kesatuan bernama pasukan beton yang membuat penyangga dan kekuasaanya kokoh? Dan apakah ia tak butuh jendral baja untuk mempertangguh pijakan-pijakannya di halaman sang Pertiwi ini? Juga jangan lupakan kemutlakan sang gempa saat Bathara Surya sedang leluasa menertawakan ketakberdayaan Pertiwi.






(Sebenarnya, aku cuma ingin menyampaikan bahwa teknik sipil juga sama urgensinya dengan teknik elektro, teknik geodesi, teknik pertambangan, atau teknik perminyakan. Harusnya tak ada yang saling meremehkan. Bukan begitu?)

Senin, 30 September 2013

Meler!



Sudah berlembar-lembar tisu kuhabiskan hari ini
Namun lendirku tak juga puas berkejaran menangkap udara
Sudah kukeluarkan mereka dengan paksa dan kubuang di wastafel
Namun jumlahnya tak kunjung berkurang, selalu datang dan datang lagi
Sudah kumaki dan kuhujati lendirku dengan murka dewa
Namun Mekera malah bertambah senang dan bahagia


Ohhhhh Umbelku………,
kalian sungguh bandel!
Kalian tak tahu aku tersiksa seharian?!
Gara-gara kalianlah Hemoglobinku bersusah payah mengikat oksigen! Dasar!

Dear Neptunus



Hei Nus!


Aku mau sedikit mengadu kepadamu boleh kan?!

Jadi beberapa waktu yang lalu nomer yang tak kukenal telah menelponku lewat si Klenthik. Dan nampaknya itu nomer Jakarta, firasatku sih itu nomer kantor. Ternyata setelah kuangkat memang benar itu nomer kantor Nus! Kantor itu adalah sebuah perusahaan dari negeriku yang bertaraf internasional dan kebanyakan proyeknya berada didekat markas-markasmu lho Nus.

Memang dulu aku pernah apply ke perusahaan itu karena di perusahaan itulah passionku bisa tertampung tapi apply ku sudah lumayan lama dan aku juga sudah tak mengharapkannya lagi. 

Nhah, akhirnya aku penuhi panggilan mereka untuk interview di markas besarnya. Bukannya diberi gambaran tentang kehebatan perusahaanya tapi mas-mas gendut yang interview aku justru malah menggambarkan betapa susah dan mengerikannya bekerja di didekat markasmu. Lhah, aku jadi kelabakan dong. Bimbang menghantuiku Nus. Kalau dari upah aku yakin menggiurkan tapi kenyamanan itu lho Nus, jadi berkurang. 

Di perusahaan sekarang memang nyaman betul. Kerja cuma duduk-duduk, Mau berangkat jam berapa saja tak ditegur, ijin kapan saja bisa, nambah cutipun tak masalah. Kalau di perusahaan itu semua bisa lenyap Nus! Aku bisa jadi budak suku kulit putih dari negeri seberang. Juga aku bisa tersengat energi si Bathara Surya setiap hari! Duh…. 

Tapi yang aku senangi selain upah dan tertampungnya passionku, aku juga bisa semakin dekat dengan markasmu walaupun cuma di pintu gerbangnya saja. Toh aku juga belum berani untuk hanya mengetuk pintu gerbangmu. Mungkin sesekali latihan memahami lingkungan dan udaramu bisa kali ya agar suatu saat aku bisa mengobrak-abrik singgasanamu!... hahaha


Jadi bagaimana Nus baiknya? Kamu lebih setuju aku bertahan atau aku melanglang buana lagi dan mendekatimu?



Eh bentar-bentar…. Tapi Kamu punya cabang markas di Negeri Burma kan Nus???!!

Sabtu, 28 September 2013

Baca Tulis

Semangat membacaku memang sedang turun,
Terperkosa oleh energi menulisku yang begitu membirahi.
Biarlah saja.....
Biarkan energi menulisku berorgasme sesukanya.

Rabu, 25 September 2013

Doa untuk Penyair

Maka muliakan mereka yang menyairkan sajak-sajaknya Tuhan...
Tolong jaga mereka dari kepunahan di muka bumi..
Karena mereka sedang merangkai keindahanMu dan ciptaanMu..

Minggu, 15 September 2013

Tuhan

Tuhan..

Kujalankan dharma ku sesuai petunjuk-Mu..

Kubaktikan diriku untuk Menghamba hanya kepada Mu..

Kusujudkan kepalaku serendah mungkin sebagai wujud penghambaan tertinggi atas Mu..

Kulakukan segala ibadahku dengan penuh harapan akan ridho Mu..

Kuikhlaskan semua sakit, perih, haru, dan senyum atas segala ketetapan Mu..

Kuucapkan hamdu atas apapun pemberian Mu..

Terima kasih Tuhan,

Perhatian Mu telah menjaga kalbuku

Dan kasih sayang Mu sungguh mencukupkanku.

(Merekam sajak #2)