Hei Nus!
Aku mau sedikit mengadu kepadamu boleh kan?!
Jadi beberapa waktu yang lalu nomer yang tak kukenal telah
menelponku lewat si Klenthik. Dan nampaknya itu nomer Jakarta, firasatku sih itu nomer kantor.
Ternyata setelah kuangkat memang benar itu nomer kantor Nus! Kantor itu adalah
sebuah perusahaan dari negeriku yang bertaraf internasional dan kebanyakan
proyeknya berada didekat markas-markasmu lho Nus.
Memang dulu aku pernah apply ke perusahaan itu karena di
perusahaan itulah passionku bisa tertampung tapi apply ku sudah lumayan lama
dan aku juga sudah tak mengharapkannya lagi.
Nhah, akhirnya aku penuhi panggilan mereka untuk interview
di markas besarnya. Bukannya diberi gambaran tentang kehebatan perusahaanya tapi
mas-mas gendut yang interview aku justru malah menggambarkan betapa susah dan
mengerikannya bekerja di didekat markasmu. Lhah, aku jadi kelabakan dong.
Bimbang menghantuiku Nus. Kalau dari upah aku yakin menggiurkan tapi kenyamanan
itu lho Nus, jadi berkurang.
Di perusahaan sekarang memang nyaman betul. Kerja cuma duduk-duduk,
Mau berangkat jam berapa saja tak ditegur, ijin kapan saja bisa, nambah cutipun
tak masalah. Kalau di perusahaan itu semua bisa lenyap Nus! Aku bisa jadi budak
suku kulit putih dari negeri seberang. Juga aku bisa tersengat energi si Bathara
Surya setiap hari! Duh….
Tapi yang aku senangi selain upah dan tertampungnya passionku,
aku juga bisa semakin dekat dengan markasmu walaupun cuma di pintu gerbangnya
saja. Toh aku juga belum berani untuk hanya mengetuk pintu gerbangmu. Mungkin
sesekali latihan memahami lingkungan dan udaramu bisa kali ya agar suatu saat aku bisa mengobrak-abrik singgasanamu!... hahaha
Jadi bagaimana Nus baiknya? Kamu lebih setuju aku bertahan
atau aku melanglang buana lagi dan mendekatimu?
Eh bentar-bentar…. Tapi Kamu punya cabang markas di Negeri Burma kan
Nus???!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar